http://batampos.co.id/
Judul Buku: A Life Looking Forward
Penulis : Samir Amin
Penerbit : Zed Books, UK
Cetakan : Pertama, Agustus 2008
Tebal : 266 Halaman
Peresensi: Rosdiansyah*
Samir Amin adalah legenda hidup. Ia tampil ke muka gelanggang pertarungan gagasan sejak empat dekade silam. Ia mengkritik keras praktik-praktik kapitalisme yang sangat keterlaluan dalam mengeksploitasi negara berkembang. Ia naik ke podium untuk menguraikan betapa jahat praktik kapitalisme predator itu, sebentuk kapitalisme yang sama sekali tidak hirau atas kepedihan dan jeritan lapar warga negara berkembang. Sang intelektual ini memberitahukan kepada kolega-koleganya, sesama intelektual peduli nasib negara berkembang, bahwa sudah selayaknya kaum intelektual negara berkembang sendiri saling bertukar pengalaman ketika berhadapan dengan agen-agen kapitalisme. Tanpa lelah, Amin berusaha menyebarkan gagasan-gagasan kritisnya itu ke seluruh penjuru dunia, mulai dari daratan Amerika Latin dan Afrika yang selalu bergejolak, sampai ke pelosok Asia.
Gagasan-gagasan itu menggumpal dalam karya-karya besarnya yang bertumpu pada perlunya kemandirian, persis seperti yang dikehendaki para kepala negara non-Blok yang berkonferensi di Bandung pada 1955. Bagi Amin, kemandirian merupakan fondasi yang akan membawa perubahan mendasar pasca-kolonialisme dan imperialisme. Ingatannya pada Bandung tetap menyalakan api perlawanan terhadap praktik-praktik hegemoni pada kurun global saat ini. Meski tetap bersikap kritis pada gerakan lintas negara pasca-konferensi Bandung, Amin tetap memandang keberadaan konferensi Bandung itu sebagai langkah nyata membangun semangat kemandirian. Di era jejaring saat ini, tentu saja kemandirian sangat dibutuhkan, apalagi kemandirian untuk menentukan nasib sendiri, kemandirian menolak agenda-agenda neoliberal sebagaimana tampak dari usulan institusi keuangan internasional (World Bank dan IMF) kepada negara berkembang.
Amin sangat kritis, malah cenderung radikal, dalam mengurai tiap usulan yang disodorkan lembaga keuangan internasional tersebut. Baginya, usulan itu sepertinya masuk akal walau sesungguhnya penuh tipu daya, karena usul itu dikemukakan bukan untuk membenahi carut-marut praktik ekonomi pembangunan negara berkembang.
Sebaliknya, proposal yang dikira obat mujarab tersebut tak lain adalah upaya hegemonik koalisi negara maju dan lembaga keuangan internasional untuk menguasai sumber-sumber daya alam negara berkembang. Lembaga keuangan internasional tak mungkin membiarkan masalah ketimpangan global terselesaikan, karena pada dasarnya lembaga itu sendiri hadir ke panggung internasional justru untuk mengabadikan ketimpangan demi melanjutkan eksploitasi negara maju atas negara berkembang yang tak kenal henti. Ketika Uni Sovyet berantakan akibat pertikaian internal tiada henti, maka revolusi sosialisme pun dipertanyakan keampuhannya.
Lahir pada 1931 dari keluarga perpaduan antara ibu berdarah Alsace, Prancis, yang sangat kuat memegang tradisi Jacobinisme, dan ayah berasal dari Koptik Mesir yang memegang erat tradisi nasionalis-demokrat, Amin sudah merasakan penetrasi ideologi komunisme ke dalam dirinya sejak kecil. Peristiwa sehari-hari di Mesir yang penuh ketimpangan telah menjadi buku terbuka baginya. Ia mempertanyakan ketimpangan dan keterpinggiran warga miskin Mesir, yang lantas ibunya atau ayahnya menjelaskan dalam bingkai keberpihakan kepada kaum tertindas, lalu menjadikan Amin kecil sudah menunjukkan diri sebagai komunis tanpa harus terlebih dulu mendalami Marxisme. Amin kecil merasa resah melihat kekuasaan semena-mena telah memperpuruk kondisi masyarakat. Ia tak kuasa membendung rasa pedih tatkala negara seperti Mesir dan negara berkembang lainnya, harus tunduk pada aturan-aturan kolonial.
Mulai 1947 sampai 1957, Amin menghabiskan masa remaja hingga dewasanya di Paris, kota yang saat itu dipenuhi pergolakan mahasiswa. Dalam sejumlah tulisannya Amin mengakui bahwa masa-masa di Paris inilah yang menjadi masa pembentukan sikap intelektual serta politiknya. Ia berinteraksi dengan banyak aktivis serta intelektual kiri Prancis, berdebat dan membangun kemampuan kritik. Sebagai aktivis yang terlibat langsung dalam pembentukan ’’Republik Keempat’’ yang mengatasnamakan suara rakyat.
Amin mangalami bagaimana krisis internal front partai politik melawan kebijakan pemerintah Prancis dan negara-negara maju lain pasca-perang dunia kedua. Front ini ditujukan terutama untuk mendukung upaya-upaya membangun sinergi kekuatan alternatif di luar jalur parpol pendukung pemerintah. Utamanya ketika negara-negara Eropa mulai diiming-iming Bantuan Marshall (Marshall Plan) oleh AS pada April 1948. Bantuan ini kelak menjadi pintu masuk penyamaan persepsi antara AS dengan para sekutunya di Eropa untuk membendung pengaruh komunisme Uni Sovyet.
Dekade 50-an merupakan tahun-tahun penuh perlawanan. Para mahasiswa Prancis tak pernah menanggalkan sikap kritisnya menghadapi hegemoni pemerintah yang dikuasai kaum kanan. Kritik terhadap kebijakan kolonial dan hasrat pemerintah negara-negara Eropa untuk terus menguasai wilayah koloninya di Afrika dan Asia, telah menimbulkan reaksi keras.
Amin yang telah menjalin hubungan baik dengan para aktivis asal negara-negara Afrika, mulai ikut membedah konstelasi politik ekonomi dunia yang timpang pasca-perang dunia kedua. Ia tampil dalam berbagai forum pertemuan mahasiswa Asia dan Afrika di Paris, membawakan berbagai tema-tema penting melawan kolonialisme dan imperialisme. Sebagai mahasiswa Institute of Political Science di Paris (1949 – 1953), Amin juga bergulat dengan pola serta struktur kekuasaan dunia yang mulai memasuki era perang dingin. Struktur kekuasaan yang timpang ini merupakan kelanjutan dari proyek kolonialisme dan imperialisme klasik Eropa atas benua Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Sikap anti-kolonial ini telah membawa Amin mengikuti konferensi Asia-Afrika di Bandung pada April 1955. Konferensi yang berusaha menyatukan kekuatan anti-kolonial di negara-negara Asia-Afrika ini merupakan usaha pertama di dunia untuk meneguhkan, bahwa pemerintahan di Asia dan Afrika yang baru merdeka tidak akan mengikuti struktur sistem dunia hegemonik yang dipaksakan AS dan sekutunya.
Buku ini ditulis dengan gaya bertutur dan mengalir, dimulai dari penuturan seputar masa kecil dan remaja Amin dalam keluarga sejahtera di Mesir sampai masa-masa produktif sang maestro dalam gerakan kiri-global saat ini. Sayangnya, Amin tidak menguraikan sejauhmana ia telah mengkritik kerakusan dan ketamakan korporasi transnasional tersebut.
Menurut Amin, konferensi Bandung itu merupakan manifestasi dari revolusi sosialis yang tidak boleh dipotong oleh agenda kapitalisme global. Amin melihat Indonesia di bawah Soekarno adalah negara yang sedang melawan kembalinya embrio imperialisme. Amin menempatkan Sukarno, Nehru, dan Nasser ke dalam satu lingkaran kepala negara yang ingin memerdekakan bangsanya dari segala bentuk penindasan negara maju (hlm. 169). Artinya, tiga kepala negara itu mempunyai semangat sama untuk meminggirkan upaya negara-negara kapitalis yang ingin kembali mengolonialisasi daratan Asia dan Afrika.
Amin merupakan intelektual penting yang berada di garis terdepan dalam mengevaluasi kinerja revolusi sosialisme Uni Sovyet dan negara-negara sosialis lain. Saat ini, perang sedang berada di bawah gunung es wacana kemenangan kapitalisme AS dan sekutunya. Korporasi transnasional yang begitu cepat beradaptasi dengan situasi baru telah merumuskan langkah-langkah meredam evolusi gagasan sosialisme radikal yang menghendaki negara kembali memegang peran bagi kesejahteraan khalayak.
Program-program seperti Corporate Social Responsibility (CSR) adalah bentuk adaptasi korporasi transnasional untuk mengantisipasi gejolak sosial setelah ketimpangan tak jua kunjung terselesaikan melalui program-program lembaga keuangan internasional. Pendekatan kemanusiaan langsung tertuju ke bagian terdalam masyarakat melalui program yang menyentuh hajat hidup orang banyak, pelan-pelan program ini mengubah cara pandang masyarakat terhadap korporasi transnasional yang rakus dan tamak. Masyarakat menjadi permisif terhadapnya.
Buku ini ditulis dengan gaya bertutur dan mengalir, dimulai dari penuturan seputar masa kecil dan remaja Amin dalam keluarga sejahtera di Mesir sampai masa-masa produktif sang maestro dalam gerakan kiri-global saat ini. Amin tentu mereaksi keras segala bentuk penindasan, dan ia tak segan-segan untuk mengatakan bahwa cara berpikir kritis, sistem nilai dan pengetahuan adalah warisan sesungguhnya yang patut dijaga. Namun demikian, porsi perhatian intelektual ini yang mengkritik peran negara begitu dominan dalam hubungan timpang dunia saat ini jelas masih kurang jika dicermati baik-baik, bagaimana peran korporasi transnasional yang juga dominan. Sayangnya, Amin tidak menguraikan sejauhmana ia telah mengkritik kerakusan dan ketamakan korporasi transnasional tersebut. (*)
*)Direktur Eksekutif The Surabaya Readers Club
Wahyaning wahyu tumelung, tulus tan kena tinegor (wirid hidayat jati, R.Ng. Ronggowarsito)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
A Rodhi Murtadho
A. Anzieb
A. Azis Masyhuri
A. Dahana
A. Mustofa Bisri
A. Muttaqin
A. Qorib Hidayatullah
A. Yusrianto Elga
A. Zakky Zulhazmi
A.S Laksana
Aan Frimadona Roza
Aang Fatihul Islam
Abd. Rahman Mawazi
Abdul Azis Sukarno
Abdul Aziz Rasjid
Abdul Kirno Tanda
Abdul Wachid B.S.
Abdurrahman Wahid
Acep Iwan Saidi
Acep Zamzam Noor
Achmad Sunjayadi
Adek Alwi
Adhy Rical
Adi Marsiela
Adian Husaini
Adin
Adzka Haniina Al Barri
AF. Tuasikal
Afnan Malay
AG. Alif
Agama Para Bajingan
Agnes Rita Sulistyawaty
Aguk Irawan MN
Agung Poku
Agus Aris Munandar
Agus B. Harianto
Agus Buchori
Agus Himawan
Agus R. Subagyo
Agus Salim
Agus Sri Danardana
Agus Sulton
AH J Khuzaini
Ahda Imran
Ahmad Fatoni
Ahmad Kekal Hamdani
Ahmad Muchlish Amrin
Ahmad Musthofa Haroen
Ahmad Naufel
Ahmad Sahal
Ahmad Syubbanuddin Alwy
Ahmad Tohari
Ahmad Yulden Erwin
Ahmad Zaini
Ahmadun Yosi Herfanda
Ajip Rosidi
Akhiriyati Sundari
Akhmad Sekhu
Akhmad Sofyan Hadi
Akhmad Taufiq
Alang Khoiruddin
Alex R Nainggolan
Alfred Tuname
Ali Irwanto
Ali Syamsudin Arsi
Alunk Estohank
Alvi Puspita
Amandus Klau
Amel
Amien Kamil
Anam Rahus
Andaru Ratnasari
Andong Buku #3
Angela
Anggraini Lubis
Anindita S Thayf
Anjrah Lelono Broto
Anton Kurnia
Anwar Siswadi
Aprinus Salam
Ardus M Sawega
Ari Pahala Hutabarat
Arie MP Tamba
Arif Bagus Prasetyo
Arti Bumi Intaran
Arwan Tuti Artha
AS Sumbawi
Asarpin
Asep Juanda
Asep Salahudin
Asep Sambodja
Asrama Mahasiswa Aceh Sabena
Astrid Reza
Atmakusumah
Awalludin GD Mualif
Awan Abdullah
Ayi Jufridar
Azyumardi Azra
B Sugiharto
Badrut Tamam
Bagja Hidayat
Bahrul Ulum A. Malik
Bakdi Soemanto
Balada
Bambang kempling
Bamby Cahyadi
Bandung Mawardi
Baskara T Wardaya SJ
Bayu Agustari Adha
Bayu Ambuari
Beni Setia
Benny Arnas
Bentara Budaya Yogyakarta
Berita
Berita Duka
Berita Utama
Bernando J. Sujibto
Berthold Damshauser
Berto Tukan
BI Purwantari
Binhad Nurrohmat
Bokor Hutasuhut
Bonnie Triyana
Brunel University London
Budaya
Budi Darma
Budi Hutasuhut
Budi P. Hatees
Budiarto Shambazy
Buldanul Khuri
Catatan
Cecep Syamsul Hari
Cerbung
Cerpen
Chairil Anwar
Chamim Kohari
Chandra Iswinarno
Cover Buku
D. Zawawi Imron
Dadan Sutisna
Dadang Ari Murtono
Dahta Gautama
Damanhuri
Damar Juniarto
Damhuri Muhammad
Dami N. Toda
Damiri Mahmud
Danang Probotanoyo
Danarto
Daniel Paranamesa
Dareen Tatour
Darju Prasetya
Darma Putra
Darwis Rifai Harahap
Dayat Hidayat
Dede Kurniawan
Deepe
Denny JA
Denny Mizhar
Dessy Wahyuni
Dewan Kesenian Lamongan (DKL)
Dhewi Susanti
Dian Hartati
Diana AV Sasa
Djasepudin
Djenar Maesa Ayu
Djoko Pitono
Djoko Saryono
Djunaedi Tjunti Agus
Doan Widhiandono
Doddy Hidayatullah
Dodiek Adyttya Dwiwanto
Dody Kristianto
Donatus Nador
Donny Anggoro
Dr Junaidi
Dr. Simuh
Dwi Cipta
Dwi Pranoto
Dwi Wahyu Handayani
Dwicipta
Dyah Ratna Meta Novi
Edeng Syamsul Ma’arif
Eduard Tambunan
Edy Firmansyah
Edy Sartimin
Eka Budianta
Eka Fendri Putra
Eka Kurniawan
Eko Darmoko
Eko Hendri Saiful
Ellyn Novellin
Elokdyah Meswati
Emha Ainun Nadjib
Endah Imawati
Endhiq Anang P
Endi Biaro
Esai
Eva Dwi Kurniawan
Evan Ys
Evi Idawati
Evieta Fajar
F Rahardi
F. Rahardi
Fahrudin Nasrulloh
Faisal Kamandobat
Faisal Syahreza
Fanani Rahman
Fatah Yasin Noor
Fatkhul Anas
Fatmin Prihatin Malau
Fauzan Al-Anzhari
Fenny Aprilia
Festival Gugur Gunung
Fikri. MS
Firdaus Muhammad
Fransiskus Nesten Marbun ST
Franz Kafka
Free Hearty
Furqon Abdi
Gde Artawan
Gerakan Literasi Nasional
Gerakan Surah Buku (GSB)
Gerson Poyk
Goenawan Mohamad
Grathia Pitaloka
Gugun El-Guyanie
Gunawan Budi Susanto
Gunoto Saparie
Gus Noy
H. Rosihan Anwar
Hadi Napster
Halim HD
Hamdy Salad
Han Gagas
Hanibal W. Y. Wijayanta
Haris del Hakim
Haris Firdaus
Hartono Harimurti
Hary B Kori’un
Hasan Junus
Hasanudin Abdurakhman
Hasif Amini
Hasnan Bachtiar
Hastho Suprapto
Hawe Setiawan
Helvy Tiana Rosa
Hendra Junaedi
Hendra Makmur
Hendra Sugiantoro
Hendriyo Widi
Henry H Loupias
Heri CS
Heri Latief
Herman Hasyim
Herman RN
Hermien Y. Kleden
Hernadi Tanzil
Herry Lamongan
Hesma Eryani
Hikmat Gumelar
Hilyatul Auliya
Hudan Hidayat
Hujuala Rika Ayu
Humam S Chudori
I Nyoman Suaka
I Nyoman Tingkat
IBM Dharma Palguna
Ibnu Rusydi
Ibnu Wahyudi
Idha Saraswati
Idris Pasaribu
Igk Tribana
Ignas Kleden
Ilham Khoiri
Ilham Q. Moehiddin
Imam Nawawi
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Indra Intisa
Indra Tjahyadi
Indra Tranggono
Indrian koto
Inggit Putria Marga
Irman Syah
Isbedy Stiawan ZS
Ismi Wahid
Istiqomatul Hayati
Iswadi Pratama
Iwan Gunadi
Iwan Komindo
Iwan Kurniawan
J. Sumardianta
Jamrin Abubakar
Janual Aidi
Javed Paul Syatha
Jejak Laskar Hisbullah Jombang
Jenny Ang
Jihan Fauziah
Jimmy Maruli Alfian
Joko Sandur
Joni Ariadinata
Joni Lis Efendi
Jual Buku Paket Hemat
Jusuf A.N
Kalis Mardi Asih
Karkono
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Kasnadi
Katrin Bandel
Kenedi Nurhan
Khawas Auskarni
Khoirur Rizal Umami
Komunitas Deo Gratias
Korrie Layun Rampan
Kostela
Kritik Sastra
Kusno
Kuswaidi Syafi’ie
L.N. Idayanie
Laksmi Pamuntja
Lan Fang
Lathifa Akmaliyah
Leila S. Chudori
Lies Susilowati
Lily Yulianti Farid
Lina Kelana
Linda Sarmili
Liza Wahyuninto
LP3M Universitas Jember
Lukman Asya
Lutfi Mardiansyah
M Arman AZ
M Hari Atmoko
M. Dhani Suheri
M. Faizi
M. Haninul Fuad
M. Ikhsan
M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S.
M. Lukluk Atsmara Anjaina
M. Yoesoef
M.D. Atmaja
Mahmoud Darwish
Mahmud Jauhari Ali
Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo
Maman S. Mahayana
Mardi Luhung
Marhalim Zaini
Maria Hartiningsih
Marlin Bato
Martin Aleida
Marwanto
Maryati
Mas Ruscitadewi
Mashuri
Maya Azeezah
Media: Crayon on Paper
Melani Budianta
Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia
Menggalang Dana Amal
Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri
Mestika Zed
Michael Gunadi Widjaja
Michael Ondaatje
Mihar Harahap
Mikhael Dua
Mila Novita
Misbahus Surur
Misranto
Moch. Faisol
Moh. Asy'ari Muthhar
Muh Muhlisin
Muhammad Al-Fayyadl
Muhammad Amin
Muhammad Farhand Muzakki
Muhammad Ghufron
Muhammad Hidayat
Muhammad Marzuki
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad Qodari
Muhammad Rain
Muhammad Subarkah
Muhammad Yasir
Muhammad Yulius
Muhammadun A.S.
Muhibin AM
Muhidin M Dahlan
Mulyadi SA
Munawir Aziz
Mursai Esten
Musa Ismail
Musfi Efrizal
Muslim Kasim
Musyafak
N Teguh Prasetyo
N. Mursidi
N. Syamsuddin CH. Haesy
Nanang Fahrudin
Nanang Suryadi
Naskah Monolog
Naskah Teater
Nasru Alam Aziz
Nelson Alwi
Nirwan Ahmad Arsuka
Nissa Rengganis
Noor H. Dee
Noval Jubbek
Novel
Novelet
Novianti Setuningsih
Nu’man ’Zeus’ Anggara
Nunung Nurdiah
Nunuy Nurhayati
Nur Ahmad Salman H
Nur Cholish Zaein
Nur Faizah
Nur Hidayati
Nuraz Aji
Nurdin Kalim
Nurel Javissyarqi
Nuriel Imamah
Nurul Anam
Nuryana Asmaudi SA
Ode Barta Ananda
Orasi Budaya Akhir Tahun 2018
Pablo Neruda
Pameran Lukisan
Pamusuk Eneste
Pandu Radea
Pawang Surya Kencana
PDS H.B. Jassin
Penerbit dan Toko Buku PUstaka puJAngga
Pramoedya Ananta Toer
Pringadi AS
Priyambodo RH
Prosa
Pudyo Saptono
Puisi
Puji Santosa
PUstaka puJAngga
Putu Wijaya
Qaris Tajudin
R. Dachroni
R. Timur Budi Raja
Rachmat H Cahyono
Radhar Panca Dahana
Rahmi Hattani
Rainer Maria Rilke
Rakai
Rakhmat Giryadi
Rama Prabu
Ramadhan Batubara
Rambuana
Raudal Tanjung Banua
Redland Movie
Reiny Dwinanda
Remy Sylado
Resensi
Restoe Prawironegoro Ibrahim
Revolusi
RF. Dhonna
Ribut Wijoto
Rida Wahyuningrum
Ridwan Munawwar
Rilla Nugraheni
Rinto Andriono
Risang Anom Pujayanto
Riyon Fidwar
Robin Al Kautsar
Robin Dos Santos Soares
Rodli TL
Rofiqi Hasan
Rosdiansyah
Rosidi
Roso Titi Sarkoro
Rozi Kembara
Rukardi
Rz. Subagyo
S Yoga
S. Jai
S.W. Teofani
Sabrank Suparno
Sainul Hermawan
Sajak
Salamet Wahedi
Salman Rusydie Anwar
Samsudin Adlawi
Sapardi Djoko Damono
Saripuddin Lubis
Sastra Pemberontak
SastraNESIA
Sastri Bakry
Satmoko Budi Santoso
Saut Situmorang
Sayuri Yosiana
Sekolah Literasi Gratis (SLG)
Selo Soemardjan
Senggrutu Singomenggolo
Seni Rupa
Seno Gumira Ajidarma
Seno Joko Suyono
Sergi Sutanto
Setia Naka Andrian
Shiny.ane el’poesya
Si Burung Merak
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Sinopsis
Siti Muyassarotul Hafidzoh
Siti Sa’adah
Sitor Situmorang
Siwi Dwi Saputro
Sjaiful Masri
Sjifa Amori
SLG STKIP PGRI Ponorogo
Soeharto
Sofian Dwi
Sofyan RH. Zaid
Soni Farid Maulana
Sony Prasetyotomo
Sosiawan Leak
Sri Fitri Ana
Sri Wintala Achmad
St Sularto
Suci Ayu Latifah
Sudarmoko
Sugeng Satya Dharma
Sujiwo Tejo
Sunaryono Basuki Ks
Sungatno
Sungging Raga
Sunlie Thomas Alexander
Sunu Wasono
Sunudyantoro
Supriyadi
Surya Lesmana
Suryanto Sastroatmodjo
Suseno
Sutan Iwan Soekri Munaf
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Sutirman Eka Ardhana
Suwandi Adisuroso
Suyadi San
Switzy Sabandar
Syah A. Lathief
Syaifuddin Gani
Syaiful Amin
Syaiful Irba Tanpaka
Syarif Hidayatullah
Syifa Aulia
Sylvianita Widyawati
Tamrin Bey
Tan Malaka
TanahmeraH ArtSpace
Taofik Hidayat
Taufik Alwie
Taufik Ikram Jamil
Taufiq Ismail
Taufiq Wr. Hidayat
Teguh LR
Teguh Pamungkas
Teguh Setiawan
Teguh Winarsho AS
Temu Penyair Timur Jawa
Th. Sumartana
Theresia Purbandini
Timur Sinar Suprabana
Tjahjono Widarmanto
Tjahjono Widijanto
Tjut Zakiyah Anshari
Tosa Poetra
Toto Gutomo
Tri Wahono
Triyanto triwikromo
TS Pinang
Tu-ngang Iskandar
Ulfatin Ch
Ulil Abshar-Abdalla
Umar Fauzi Ballah
Universitas Indonesia
Universitas Jember
Utami Widowati
Veven Sp. Wardhana
W Haryanto
W.S. Rendra
Wandi Barboy Silaban
Wanitaku-wanitaku
Wawan Eko Yulianto
Wawancara
Wayan Sunarta
Wayan Supartha
Wendi
Wildan Nugraha
Wishnubroto Widarso
Wong Wing King
Y. Thendra BP
Y. Wibowo
Yanto le Honzo
Yasraf Amir Piliang
Yeni Mulyani
Yesi Devisa
Yohanes Sehandi
Yona Primadesi
Yudhis M. Burhanudin
Yuli Akhmada
Yulia Sapthiani
Yuliarsa
Yunanto Sutyastomo
Yusri Fajar
Yusrizal KW
Yuval Noah Harari
Zakky Zulhazmi
Zawawi Se
Zehan Zareez
Zen Hae
Tidak ada komentar:
Posting Komentar